Sabtu, 21 September 2013

Rayani Sriwidodo

Rayani Sriwidodo dilahirkan di Kotanopan, Sumatera Utara 6 November 1946. Cerpennya “Balada Satu Kuntum” memperoleh penghargaan Nemis Prize dari Pemerintah Chile (1987). Karya-karya alumna Iowa Writing Program, Iowa University, Amerika Serikat ini antara lain: Pada Sebuah Lorong (1968; bersama Todung Mulya Lubis), Kereta Pun Terus Berlalu, Percakapan Rumput, Percakapan Hawa dan Maria (1989), Balada Satu Kuntum (1994), Sembilan Kerlip Cermin (2000).
Sajak RAYANI SRIWIDODO: KUDENGAR YANG TIDAK MEREKA DENGAR
Kudengar yang tidak mereka dengar
akar rambut, bulubulu bergetar
gumamku: agaknya demikianlah bermulanya
percakapan diam urat antara urat di wajahku
di sekujur tubuh
betul gaduh
sebentar:
sejauh mana cara keterikatan mengajak

kudengar yang tidak mereka dengar
ajakn lugu jantung yang mendadak berdebar
aku menunduk. senyum
ada yang dibisikkan. lama
: tapi selesai juga

1969
Horison, no.2, th. IX, Februari 1974

Tidak ada komentar:

Posting Komentar